
Marsombuh SIhol 2025
Marturia.digital – Jakarta, 9 Agustus 2025 — Tradisi penuh makna kembali menggema di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Harungguan Saragih Simarmata Boru dan Panogolan (HSSBP) sukses menggelar perhelatan akbar Marsombuh Sihol 2025 pada Sabtu (9/8/2025) di Aula Cattelya, Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari ini menghadirkan ribuan anggota keluarga besar Saragih Simarmata dari berbagai wilayah Jabodetabek dan perantauan.
“Marsombuh Sihol bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga ekspresi syukur kepada Tuhan dan sarana mempererat kasih persaudaraan. Di dalamnya ada nilai spiritual, sosial, dan budaya yang menjadi roh kekuatan keluarga besar Saragih Simarmata, Boru, dan Panogolan,” ujar Tuahta Aloysius Saragih, Ketua Panitia, dalam sambutannya.
Hadirkan Nuansa Adat dan Kekeluargaan
Rangkaian kegiatan Marsombuh Sihol 2025 meliputi ibadah bersama, tortor sombah, tortor riap, dihar Simalungun, inggou Simalungun, pelantikan pengurus baru dari delapan wilayah HSSBP, cek kesehatan gratis, makan bersama, dan lucky draw. Penampilan seni budaya dibawakan oleh Derapstar Entertainment, kelompok Tortor Simalungun, Dihar Simalungun, dan Gual Simalungun.
Kehadiran Ketua DPP Simarmata Simataradja se-Indonesia, Ketua DPD Simarmata Simataradja se-DKI, para penasehat, tokoh masyarakat, serta ratusan Namarsarina, Boru, dan Panogolan memberi warna khusus pada acara ini. Suasana semakin semarak dengan dresscode merah putih yang merefleksikan semangat kebangsaan.
Persiapan Panjang, Hasil Maksimal
Persiapan Marsombuh Sihol 2025 dimulai sejak 5 April 2025, saat HSSBP menggelar rapat perdana di Kantor Sada Technology, Jakarta Timur. Dalam rapat tersebut, dibentuk panitia lintas generasi dan wilayah, dengan pembagian tugas mulai dari seksi acara, ibadah, konsumsi, kesehatan, hingga dokumentasi. Tokoh-tokoh seperti Posman Simarmata, Janviar Paulus Saragih, dan Pdt. Daniel Saragih turut menjadi penasehat, sedangkan Triadil Saragih (Sekretaris), Ardiaman Saragih (Wakil Ketua), dan Mangara Saragih (Bendahara) menjadi motor penggerak jalannya acara.

Makna dan Harapan
Menurut Aloysius, tradisi Marsombuh Sihol perlu terus dilestarikan sebagai warisan budaya Batak Simalungun yang sarat pesan moral. “Batu ni Parbabaan, i atas ni bah Toba. Marga Simarmata, gabe ma nasida i dunia. Semoga kita semua selalu mendapatkan berkat,” tuturnya menutup acara.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Marsombuh Sihol 2025 menjadi bukti nyata bahwa budaya, iman, dan persaudaraan bisa hidup berdampingan di tengah masyarakat modern, sekaligus menjadi warisan tak ternilai untuk generasi mendatang.