
Marturia.digital – Jakarta — Sebuah tradisi penuh makna akan segera menggema kembali di tengah dinamika kehidupan urban Jakarta. Harungguan Saragih Simarmata Boru dan Panogolan (HSSBP) akan menggelar perhelatan akbar bertajuk Marsombuh Sihol 2025 pada Sabtu, 9 Agustus 2025, bertempat di Aula Cattelya, Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara ini bukan sekadar kumpul keluarga biasa, melainkan momentum budaya dan spiritual yang sarat makna: “Marsombuh Sihol”—yang berarti mengungkapkan rasa syukur dan melepas rindu dalam bingkai adat dan kasih persaudaraan.
Dari Rapat Perdana Menuju Persatuan Besar
Persiapan acara ini diawali dengan rapat perdana HSSBP yang digelar pada Sabtu, 5 April 2025 di Kantor Sada Technology, Jakarta Timur. Dalam rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini, diputuskan berbagai keputusan penting, termasuk finalisasi proposal kegiatan dan pengukuhan panitia pelaksana. Ketua Panitia, Tuahta Aloysius Saragih, menegaskan bahwa Marsombuh Sihol adalah ekspresi spiritual dan sosial yang telah menjadi bagian dari tradisi Batak Simalungun.
“Marsombuh Sihol bukan hanya soal nostalgia, tapi juga syukur kepada Tuhan dan kebersamaan yang menjadi roh kekuatan keluarga besar Saragih Simarmata, Boru, dan Panogolan,” ujar Aloysius kepada awak media.
Menyusun Fondasi, Membentuk Kepanitiaan
Panitia yang terbentuk terdiri dari berbagai tokoh lintas generasi dan wilayah, mulai dari Jabodetabek hingga daerah-daerah perantauan lain. Kepanitiaan ini terbagi dalam berbagai seksi yang akan bergerak secara kolektif—mulai dari seksi acara, ibadah, konsumsi, kesehatan, hingga dokumentasi.
Di antara nama-nama yang terlibat, tampak tokoh-tokoh seperti Posman Simarmata, Janviar Paulus Saragih, dan Pdt. Daniel Saragih sebagai penasehat, serta para penggerak seperti Triadil Saragih (Sekretaris), Ardiaman Saragih (Wakil Ketua), dan Mangara Saragih (Bendahara). Rinciannya menyentuh hampir semua aspek penting dari sebuah hajatan budaya dan keagamaan yang terorganisir dengan baik.
Rangkaian Acara: Dari Spiritualitas hingga Seni Budaya
Acara Marsombuh Sihol 2025 akan menghadirkan kombinasi antara spiritualitas, budaya, dan kebersamaan. Mulai dari ibadah bersama, Tortor Sombah dan Tortor Riap, Dihar Simalungun, hingga penampilan Gual Simalungun dan kelompok seni Derapstar Ent. menjadi bagian dari rangkaian acara.
Tak hanya itu, tersedia pula cek kesehatan gratis, pelantikan pengurus baru HSSBP, makan bersama, serta lucky draw dengan berbagai hadiah menarik. Semuanya disiapkan untuk menciptakan pengalaman berharga dan menyentuh hati setiap peserta yang hadir.
Kembali Merajut Kekerabatan yang Terserak
Pdt. Jahenos Saragih, S.Th., M.Th., MM., anggota seksi ibadah, menjelaskan filosofi mendalam dari organisasi HSSBP. Ia menuturkan bahwa Harungguan berarti ikatan atau persatuan, sedangkan Saragih Simarmata, Boru, dan Panogolan adalah elemen utama dalam struktur kekerabatan masyarakat Batak Simalungun.
“Organisasi ini menjadi ruang kultural dan spiritual yang penting bagi kami, khususnya untuk generasi yang telah merantau dan terpisah dari akar budaya leluhur,” jelasnya.
Sementara itu, Triadil Saragih, Sekretaris Panitia, menambahkan bahwa acara ini memiliki makna psikologis dan sosial yang besar.
“Marsombuh Sihol ini jadi ajang melepas rindu, mempererat kekerabatan, serta memperkenalkan seni dan adat Simalungun kepada generasi muda. Inilah bentuk nyata pelestarian budaya di tengah arus modernitas,” ujarnya dengan semangat.
Semangat Menyatu dalam Nuansa Merah Putih
Panitia juga mengimbau para peserta untuk hadir dengan dresscode Nuansa Merah Putih, sebagai simbol semangat nasionalisme dan kehangatan kekeluargaan. Dengan rincian busana adat sesuai posisi dan gender, HSSBP ingin menyatukan semangat tradisi dan kebangsaan dalam satu panggung kebersamaan.
Ajak Semua Hadir
Target peserta tahun ini mencapai 1.000 orang, sebuah angka yang mencerminkan antusiasme luar biasa dari keluarga besar HSSBP. Undangan pun terbuka luas bagi seluruh keturunan Saragih Simarmata, Boru, dan Panogolan, serta siapa pun yang ingin mengenal dan merayakan kekayaan budaya Batak Simalungun.
📞 Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran, dapat menghubungi Sekretariat Panitia di 08227704924.
Marsombuh Sihol 2025 bukan sekadar acara—ia adalah panggilan jiwa, sebuah seruan kasih untuk pulang, bersyukur, dan saling memeluk dalam kekuatan budaya dan iman.
(Dharma EL./Red.)