
REFLEKSI FENOMENOLOGI HERMENEUTIK HEIDEGGER
š Resensi Buku
Judul: Bagaimana āAda-di-Dunia-Digitalā Ini?: Refleksi Fenomenologi Hermeneutik Heidegger
Penulis: Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
Genre: Filsafat, Teologi, Kajian Digital
Tebal: ±180 halaman
Penerbit: (opsional, bisa ditambahkan nanti)
Tahun Terbit: 2025
š Menafsir Eksistensi di Tengah Bisingnya Dunia Digital
Di tengah derasnya informasi dan dominasi algoritma, siapa kita sebenarnya? Pertanyaan ini tidak sekadar retoris, melainkan mendesak untuk dijawab di era ketika eksistensi manusia tidak lagi hadir utuh dalam ruang fisik, melainkan terfragmentasi di dunia maya. Buku ini hadir sebagai jawaban filosofis dan teologis yang tajam atas keresahan tersebut.
Melalui pendekatan fenomenologi hermeneutik Martin Heidegger, penulis mengajak pembaca untuk melihat ulang hakikat keberadaan (Dasein) manusia dalam konteks ada-di-dunia-digital. Tidak sekadar menjelaskan istilah filsafat berat, penulis dengan piawai menerjemahkan konsep-konsep seperti Das Man, Gestell, Otentisitas, hingga temporality ke dalam realitas sehari-hari pengguna internet, media sosial, dan platform daring.
Yang membuat buku ini lebih istimewa adalah integrasi antara filsafat eksistensial dengan teologi digital. Dalam bab khusus, penulis menunjukkan bahwa ākehadiranā digital manusia tidak bisa dipisahkan dari relasi spiritualnya dengan Allah. Imago Dei di dunia digital, inkarnasi dalam tubuh virtual, dan komunitas iman daring ditampilkan sebagai jalan menuju keberadaan yang lebih otentik dan penuh harapan.
š Apa yang Anda Dapatkan dari Buku Ini?
ā
Pemahaman mendalam tentang pemikiran Heidegger, khususnya konsep Dasein dalam dunia modern.
ā
Refleksi kritis terhadap kebiasaan digital kitaāapakah kita hidup otentik atau larut dalam “Das Man digital”?
ā
Pemaknaan ulang spiritualitas di era siber: bagaimana iman dan eksistensi manusia saling menjelaskan.
ā
Glosarium praktis dan lampiran reflektif yang sangat membantu pembaca umum untuk menelusuri ide-ide utama.
ā
Jembatan antara dunia filsafat dan kehidupan rohani, sangat cocok untuk pemimpin rohani, mahasiswa filsafat-teologi, dan siapa pun yang resah dengan kehidupan digitalnya.
š Kutipan Penting dari Buku:
āTeknologi bukanlah musuh, tetapi medan eksistensial yang harus ditafsir secara sadar dan spiritual. Untuk hidup secara otentik, manusia digital perlu berhenti, berdiam, dan mendengar panggilan eksistensial dalam keheningan layar.ā
ā Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
šÆ Untuk Siapa Buku Ini Ditulis?
- Mahasiswa dan akademisi filsafat dan teologi
- Aktivis digital dan pemimpin gereja
- Para kontemplatif digital yang ingin hidup lebih otentik
- Siapa pun yang mencari makna hidup di era algoritma
š¦ Penutup:
Buku ini bukan hanya bahan bacaan, tetapi peta pemikiran dan panggilan eksistensial. Ia membuka ruang permenungan, membangkitkan kesadaran, dan menawarkan jalan untuk menjadi manusia digital yang utuhāsecara intelektual, spiritual, dan eksistensial. Sangat layak untuk dijadikan bacaan wajib di era yang penuh distraksi ini.

UNDUH BUKU DISINI :