
Fenomenologi Husserl Di Era Digital
š RESENSI BUKU
Judul: Fenomenologi Edmund Husserl di Era Digital: Menjelajahi Kesadaran dan Pengalaman Manusia dalam Peradaban Teknologi
Penulis: Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
Tebal: ± 50 halaman
Genre: Filsafat Digital, Fenomenologi Kontemporer, Humaniora Digital
Tahun: 2025
š Menjembatani Filsafat dan Teknologi: Husserl Bertemu Era Digital
Dalam dunia yang kian termediasi layar dan algoritma, kesadaran manusia bukan hanya mengalami duniaātetapi turut dikonstruksi ulang olehnya. Buku ini menjawab tantangan mendesak zaman digital: apa makna menjadi manusia ketika realitas kita dikuasai representasi digital?
Dengan sangat jeli, Dharma Leksana membawa pembaca menjelajahi kembali gagasan fenomenologi Edmund Husserlāsang pelopor filsafat kesadaranālalu mengaplikasikannya secara kritis ke dalam lanskap kontemporer teknologi digital. Ia tidak hanya menelaah konsep-konsep klasik seperti epochĆ©, intensionalitas, noesis-noema, dan Lebenswelt, tetapi juga membumikan konsep-konsep tersebut ke fenomena nyata seperti media sosial, imersi VR, kecanduan digital, hingga disrupsi atensi.

š Isi dan Struktur Buku
Buku ini tersusun sistematis dalam tujuh bab utama, dengan pendahuluan dan penutup reflektif yang kuat:
- Bab 1ā2 menyajikan fondasi filsafat Husserl dan instrumen analisis fenomenologis.
- Bab 3ā4 menerapkan kerangka tersebut pada transformasi digital sebagai Lebenswelt baruādunia kehidupan yang kini dikonstruksi oleh sistem digital dan algoritma.
- Bab 5 mengajak pembaca melakukan reduksi eidetik terhadap fenomena digital seperti berselancar di internet dan membangun diri digital di media sosial.
- Bab 6 secara kritis menelaah tantangan (seperti komodifikasi kesadaran, disorientasi algoritmik) serta peluang reflektif fenomenologi sebagai kritik teknologi.
- Bab 7 menawarkan jalan keluar filosofisāmenuju kesadaran digital yang lebih manusiawi dan etika pengalaman digital.
Tak hanya bernas secara isi, buku ini juga dilengkapi tabel-tabel analitis, glosarium istilah fenomenologis, dan daftar pustaka akademik mutakhir, menjadikannya panduan ideal baik bagi pemula maupun pembaca lanjut.
š” Keunggulan dan Kebaruan
- Kebaruan Kontekstual: Buku ini berhasil membawa fenomenologi klasik ke dalam dialektika dunia kontemporer, menjadikannya fenomenologi digital.
- Aplikasi Praktis: Bukan hanya teoritis, pembaca akan diajak merenungkan kebiasaan digital sehari-hari: dari scrolling tanpa arah, feed algoritmik, hingga ākehadiran virtualā dalam Zoom.
- Kritik Humanis: Buku ini memposisikan kesadaran sebagai medan perlawanan terhadap komodifikasi perhatian dan objektivasi manusia dalam kapitalisme digital.
- Bahasa Ilmiah Populer: Meski filosofis, gaya bahasa penulis tetap komunikatif dan reflektif, membuat pemikiran berat Husserl menjadi lebih dapat diakses pembaca luas.
šÆ Untuk Siapa Buku Ini?
Buku ini sangat relevan bagi:
- Mahasiswa filsafat, sosiologi, dan studi teknologi
- Praktisi UX, desainer teknologi humanistik
- Teolog digital dan pegiat literasi digital
- Siapa pun yang ingin memahami relasi kesadaran-manusia-teknologi secara lebih dalam dan etis
š§ Kesimpulan
Fenomenologi Edmund Husserl di Era Digital bukan sekadar buku filsafat. Ia adalah peta eksistensial dan etis bagi manusia digital masa kiniāyang tengah berjuang memahami diri di balik layar, mempertahankan kesadaran di tengah badai informasi, dan menghidupkan kembali filsafat sebagai alat pembebasan, bukan pelarian.
Buku ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia yang terus berubah, “kembali ke hal-hal itu sendiri”āyakni ke pengalaman sadar dan makna autentikāadalah tindakan paling radikal dan revolusioner yang dapat kita lakukan.
BACA BUKU silakan klik : https://online.fliphtml5.com/syony/ueqp/
UNDUH BUKU silakan klik :